HEADLINE
UIN SUNAN KALIJAGA BUKA FAKULTAS KEDOKTERAN
readmore
1 2 3 4 5

Jumat, 03 Februari 2012

mewarnai terminal

Anda bekerja dengan Linux? Saya iya. Bagi banyak pengguna linux, terminal adalah hal yang sangat penting. Senjata pamungkas yang sangat sering digunakan karena sebagian pekerjaan kita dilakukan melalui terminal. Terminal adalah command line interface yang dimiliki oleh sistem operasi linux dan unix yang berisi semua perintah untuk menjalankan aplikasi apapun di komputer. Karena sebenarnya semua aktifitas yang kita lakukan berasal dari perintah di terminal.

Apa yang Anda bayangkan tentang terminal? Hitam-putih. Kebanyakan itu yang kita dengar. Tetapi tunggu dulu, kali ini saya akan share sedikit tips sederhana untuk membuat terminal di linux kita menjadi semakin ceria, mudah, berwarna, dan tentunya lebih enak di lihat.

Okelah, tanpa panjang lebar lagi mari kita menuju cara bagaimana mewarnai terminal. Mudah dan simple.

Pertama kita perlu merubah isi file .bashrc yang ada di home directory. Dengan perintah,

j01t@fixer-prime:~$ gedit .bashrc
untuk GUI, atau untuk CLI,
j01t@fixer-prime:~$ nano .bashrc

Kemudian cari kode,
#force_color_prompt=yes
kode tersebut masih diberi tanda # yang berarti sebuah komentar dan tidak akan dieksekusi oleh sistem. Cara untuk membuat terminal kita berwarna cukup kita hapus tanda hash (#) yang ada di depan kode, menjadi
force_color_prompt=yes

Silahkan save file tersebut. Kemudian silahkan buka terminal baru.



Screenshoot dari terminal saya


Berhasilkah? Pertanyaan, silahkan komentar dibawah ini. :)
Read More..

Rabu, 25 Januari 2012

tweaking ubuntu

ubuntu logo Tweaking Ubuntu (Mempercepat Kinerja Ubuntu)Telah kita ketahui bersama bahwa Microsoft Windows bisa di Tweaking guna meningkatkan performanya. Lalu bagaimana dengan Ubuntu? Apakah kita bisa melakukan optimasi terhadap sistem Ubuntu guna meningkatkan performa seperti hal-nya kita meningkatkan performa dari Microsoft Windows? Dengan bangga (maaf bila sedikit terkesan euforia), saya katakan, Ya, kita bisa lakukan hal yang sama terhadap Ubuntu yang kita miliki. Berikut langkah-langkahnya :
Matikan/Disable Fitur IPV

Saat ini hampir semua server telah menggunakan IPv4, sehingga penggunaan IPv6 sudah kurang begitu efektif (jika tidak mau di bilang conflict). Efek yang paling terasa dari penggunaan IPv6 ini adalah lambatnya kinerja web browser pada saat kita berinternet. untuk mematikan fitur IPv6, bukalah terminal atau konsole dan ketikkan :

#sudo gedit /etc/modprobe.d/bad_list
ketikkan / isikan perintah berikut ini :
#alias net-pf-10 off
setelah itu save & exit, silahkan reboot Ubuntu anda untuk melihat perubahan efek nya.
Matikan / Disable Swapping
Bila komputer / laptop kita memiliki memory 1 Gb atau lebih, kita bisa mematikan fitur yang dinamakan swappinguntuk menaikan performa ubuntu secara keseluruhan. Nilai swapping ini berada di rentang 0 sampai 100. pada nilai 100, kernel akan mencari program yang tidak aktif dan akan men-swapp out-nya dari cache. Cara untuk menonaktifkan swapping ini adalah dengan cara : buka terminal dan ketikkan :
#sudo gedit /etc/sysctl.confscroll
ke bagian bawah file dan masukkan line berikut :
vm.swappiness=0
Akhiri dengan menekan tombol save & exit dan reboot lah komputer anda untuk melihat efek dari perubahannya.
Aktifkan / Enable Dual Core Processors
Secara default Ubuntu tidak mengaktifkan Dual Core Processors, sehingga kemampuan atau performa komputer menjadi kurang maksimal. Agar Ubuntu mengaktifkan fasilitas atau feature Dual Core Processors ini, kita harus mengaktifkannya secara manual. Caranya buka terminal / konsole dan ketikkan:
#sudo gedit /etc/init.d/rc.
cari tulisan CONCURRENCY=none. dan bila telah ketemu, ganti nilai none menjadi CONCURRENCY=shell, setelah itu klik save & exit dan rebootkomputer untuk melihat perubahannya
Speeed Up Ubuntu Menus
Apakah anda merasa respon komputer sedikit lambat saat kita mengakses menu di Ubuntu ? bila iya, kita bisa mempercepat loading menu dengan cara klik Places -> Home Folder. Disini kita perlu untuk membuat satu buah file yang bernama .gtkrc-2.0. caranya, klik kanan di area bebas di Home Folder dan pilih Create Document -> Empty File dan beri nama / Rename dengan .gtkrc-2.0.Ingat, jangan lupa untuk memberi titik(.) di depan nama gtkrc-2.0 yang berarti file tersebut nantinya akan bersifat hidden. Setelah itu klik 2x pada file .gtkrc-2.0 dan masukkan baris perintah berikut ini:gtk-menu-popup-delay=0
Akhiri dengan menekan tombol Save & Exit. Anda harus Logout dan Login kembali untuk melihat efek perubahannya. Bila ternyata nilai 0 terlalu cepat, kita bisa menggantinya dengan nilai yang lebih tinggi misalnya 100. pada kasus yang penulis coba, penulis mendapatkan speed ideal dengan mengeset .gtkrc-2.0 dengan nilai 100.
Dan apabila ternyata anda tidak menginginkan fungsi ini dikarenakan mungkin, komputer anda menjadi tidak stabil atau mungkin tombol shutdown di pojok kanan atas komputer anda jadi trouble, anda dengan bebas dapat menghapus file .gtkrc-2.0 untuk kembali ke settingan awal sebelumnya.
Masih banyak lagi tweaking yang akan saya jelaskan di lain kesempatan icon smile Tweaking Ubuntu (Mempercepat Kinerja Ubuntu)
Read More..

swap ubuntu

Seperti kita ketahui bersama, swap adalah area di dalam harddisk yang berfungsi sebagai virtual memori. Pada dasarnya, setiap program/data yang ingin diproses oleh CPU harus masuk RAM dulu. Sistem operasilah yang bertanggung jawab untuk memindahkan data dari harddisk ke RAM (dan sebaliknya). Kinerja dari hardisk sendiri cenderung lebih lambat dari kinerja memori, dari sini bisa disimpulkan waktu respon sistem operasi dan aplikasi yang bekerja juga akan melambat seiring penggunaan RAM yang besar. Disinilah peran aktif swap sebagai virtual memori sangat diperlukan.
Pada sistem operasi linux ubuntu, ada sebuah parameter bernama swappiness yang berfungsi untuk mengontrol kernel saat terjadi proses perpindahan data dari RAM ke area swap. Parameter swappiness bernilai 0 sampai dengan 100, dimana jika nilai swappiness=0 maka kernel diharuskan menahan selama mungkin perpindahan data dari RAM menuju swap, sedangkan jika nilai swappiness=100 maka kernel harus bekerja secepat mungkin untukmemindahkan data dari RAM ke swap.

Nilai default dari parameter swappiness sendiri di sistem operasi ubuntu adalah 60, sedangkan yang sangat direkomendasikan untuk ubuntu dekstop oleh para pakar sistem informasi (bukan saya loh icon biggrin Cara Mempercepat Kinerja Ubuntu dengan Optimasi Swap ) adalah 10. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa anda coba untuk mengganti parameter swappiness agar ubuntu anda lebih maknyus dan joss tidak lelet seperti siput berjalan icon smile Cara Mempercepat Kinerja Ubuntu dengan Optimasi Swap
1. Cek nilai swappiness melalui terminal dengan perintah
cat /proc/sys/vm/swappiness
contoh outputnya:
arie@arie:~$ cat /proc/sys/vm/swappiness
60
2. cara ganti nilai swappiness secara temporally, hal ini akan berakibat nilai swappiness kembali ke nilai semula jika sistem di restart
sudo sysctl vm.swappiness=10
Contoh hasilnya:
arie@arie:~$ sudo sysctl vm.swappiness=10
[sudo] password for arie:
vm.swappiness = 10
3. Agar perubahan bersifat permanent silahkan edit file /etc/sysctl.conf dengan perintah
gksudo gedit /etc/sysctl.conf
kemudian cari baris vm.swappiness kalau tidak ada tambahkan sendiri baris berikut di bagian bawah file
vm.swappiness=10
Jika sudah selesai, simpan file tersebut kemudian restart system anda.
Selamat mencoba, dan jangan lupa berkunjung lagi ke blog yang sederhana ini
Read More..

mempercepat kinerja ubuntu




Cara Mempercepat Kinerja Ubuntu ( Ubuntu Tweak )
Cara Mempercepat Kinerja Ubuntu ( Ubuntu Tweak ) - Ternyata sistim operasi ubuntu juga bisa di tweak atau performanya bisa ditingkatkan lagi (Bukan Windows Saja :D) jadi disini saya akan mensharing cara mempercepat kinerja di ubuntu dengan memanfaatkan Tweak - Tweak yang ada. Nah berikut cara mempercepat kinerja ubuntu (dari berbagai sumber :p) :

Matikan/Disable Fitur IPV
Jaman sekarang hampir semua server menggunakan IPV4, sehingga penggunaan server IPV6 sudah kurang efektif (alias Konflik). Efek yang paling terasa pada IPV6 adalah lambannya pada saat kita browsing. Untuk mematikannya buka terminal pada Applications > Accessories > Terminal dan ketik :
  1. sudo gedit /etc/modprobe.d/bad_list
  2. Ketik vm.swappiness=0
  3. Save Reboot / Restart komputer anda agar anda bisa merasakan effeknya

Matikan / Disable Swapping
Jika komputer atau laptop anda memiliki kapasitas ram lebih dari 1GB, anda bisa mematikan fitur ini diberi nama Swapping dan untuk menaikkan Performa Ubuntu secara keseluruhan. Nilai swapping berada di rentang 0 sampai 100, kernel akan mencari program yang tidak aktif dan akan di swap out dari cache. Cara menonaktifkannya dengan cara:

  1. Buka Terminal dengan cara Applications > Accessories > Terminal
  2. Ketik sudo gedit /etc/sysctl.confscrol
  3. Isi atau ketik atau copy tulisan vm.swappiness=0 dan paste di bagian paling bawah teks

Enable Dual Core Processor
Aktifkan Dual Core Processor Secara default Ubuntu tidak mengaktifkan fitur Dual Core Processor sehingga kemampuan komputer kurang maksimal.

  1. Buka Terminal dengan cara Applications > Accessories > Terminal
  2. Ketik sudo gedit /etc/init.d/rc
  3. Cari tulisan CONCURRENCY=none dan Replace dengan CONCURRENCY=shell

Speeed Up Ubuntu Menus
Jika akses untuk memasuki menu di ubuntu terlasa lamban anda bisa menggunakan cara ini!

  1. Buka Places -> Home Folder
  2. Buat satu file yang bernama .gtkrc-2.0. Caranya, klik kanan di area bebas di Home Folder dan pilih Create Document -> Empty File dan beri nama / Rename dengan .gtkrc-2.0, dan jangan lupa untuk memberi tanda titik(.) di depan nama gtkrc-2.0 yang berarti file gtkrc-2.0 itu hidden.
  3. Buka file .gtkrc-2.0 (klik 2x)
  4. Isi teks kosong tersebut dengan gtk-menu-popup-delay=0

Setelah menjalankan tweak ini anda diwajibkan merestart komputer, agar tweak ini bekerja. Selain dengan cara diatas ternyata tweak ubuntu ada juga yang memakai software. Sekian Cara Mempercepat Kinerja Ubuntu (Ubuntu Tweak)
Read More..

Sabtu, 14 Januari 2012

Garis Terminal Ubuntu

Jika teman-teman merupakan orang yang suka bekerja dengan perintah Terminal di Linux, pastinya pernah menjalankan beberapa perintah sekaligus. Terkadang hal itu membingungkan ketika kalian harus mencari output dari perintah yang dijalankan. Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi trik bagaimana memberi "garis pemisah" pada setiap perintah yang dijalankan sehingga kalian dapat dengan mudah melihat "hasil akhir" dari perintah-perintah yang dijalankan.
Belum ada gambaran? Silakan lihat gambar di bawah ini:




Sebagaimana yang bisa kalian lihat, setiap akhir dari perintah yang dijalankan, akan ada garis pemisah disertai waktu selesai dari perintah yang bersangkutan. Sudah mulai ada gambaran? Saya harap jawabannya adalah: "iya gan". Baiklah, mari kita mulai trik ini, pertama kali buat sebuah file bernama ".bash_ps1" dan taruh dalam folder Home kalian. Salin kode berikut ke dalam file ".bash_ps1" yang barusan dibuat.
  1. # Fill with minuses  
  2. # (this is recalculated every time the prompt is shown in function prompt_command):  
  3. fill="--- "  
  4.   
  5. reset_style='\[\033[00m\]'  
  6. status_style=$reset_style'\[\033[0;90m\]' # gray color; use 0;37m for lighter color  
  7. prompt_style=$reset_style  
  8. command_style=$reset_style'\[\033[1;29m\]' # bold black  
  9. # Prompt variable:  
  10.   
  11. PS1="$status_style"'$fill \t\n'"$prompt_style"'${debian_chroot:+($debian_chroot)}\u@\h:\w\$'"$command_style "  
  12.   
  13. # Reset color for command output  
  14. # (this one is invoked every time before a command is executed):  
  15. trap 'echo -ne "\e[0m"' DEBUG  
  16.   
  17.   
  18. function prompt_command {  
  19.   
  20.     # create a $fill of all screen width minus the time string and a space:  
  21.     let fillsize=${COLUMNS}-9  
  22.     fill=""  
  23.     while [ "$fillsize" -gt "0" ]  
  24.     do  
  25.         fill="-${fill}" # fill with underscores to work on   
  26.         let fillsize=${fillsize}-1  
  27.     done  
  28.   
  29.     # If this is an xterm set the title to user@host:dir  
  30.     case "$TERM" in  
  31.     xterm*|rxvt*)  
  32.         bname=`basename "${PWD/$HOME/~}"`  
  33.         echo -ne "\033]0;${bname}: ${USER}@${HOSTNAME}: ${PWD/$HOME/~}\007"  
  34.         ;;  
  35.     *)  
  36.         ;;  
  37.     esac  
  38.     
  39. }  
  40. PROMPT_COMMAND=prompt_command  
Jangan lupa untuk menyimpan perubahan yang kalian lakukan. Malas kopas?? Klik di sini untuk mengunduh file ".bash_ps1" di atas.

Kemudian buka file ".bashrc" yang terletak di folder Home, kemudian tambahkan kode berikut ke baris terakhir file ".bashrc":
  1. if [ -f "$HOME/.bash_ps1" ]; then  
  2.   
  3. . "$HOME/.bash_ps1"  
  4.   
  5. fi  
Setelah yakin kalian melakukannya dengan benar, ketik perintah berikut untuk "memanggil" file ".bashrc" yang barusan kalian edit:
  1. source ~/.bashrc  
Selesai! Silakan mencobanya dengan mengetik sembarang perintah di Terminal.
Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...