HEADLINE
UIN SUNAN KALIJAGA BUKA FAKULTAS KEDOKTERAN
readmore
1 2 3 4 5

Jumat, 03 Februari 2012

UIN SUNAN KALIJAGA BUKA FAKULTAS KEDOKTERAN

Pendidikan Kedokteran di Indonesia hingga kini belum ada yang mencoba memasukan aspek spiritualitas di dalam kurikulum pembelajarannya.Padahal dalam UU No 36/2009 tentang Kesehatan,aspek spiritual menjadi bagian penting dari kesehatan.

Di negara-negara sekuler seperti Amerika Serikat dan Inggris,upaya mengintegrasikan spiritualitas dalam kurikulum pendidikan kedokteran telah dilakukan.American Association of Medical College (perkumpulan perguruan tinggi yang menjadi institusi pendesain kurikulum pendidikan dokter di Amerika Serikat) mencatat sudah lebih dari 50 penyelenggara pendidikan dokter di Amerika sudah mengintegrasikan spiritualitas dalam pendidikan kedokteran.

Sementara di Indonesia hingga kini kurikulum pendidikan kedokteran belum berhasil memasukkan spiritualitas sebagai bagian penting dari kurikulum pendidikan. Yang terjadi hanyalah bersifat tambal sulam dengan cara memasukan mata kuliah agama ke dalam mata kuliah kedokteran.Ketertinggalan dalam upaya integrasi antara pendidikan kesehatan dengan aspek spiritualitas tersebutlah yang akan diangkat oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mencoba untuk mewujudkan integrasi tersebut. Langkah awal upaya tersebut dilakukan dengan mendirikan pusat studi yang diberi nama Center For Neuroscience Health and Spirituality atau C-NET.

”Pusat studi ini menjadi langkah nyata mengembangkan pemikiran manusia secara multidimensional dalam kehidupan.Manusia bukan sekedar entitas fisik belaka seperti yang dipahami oleh dunia kesehatan dan kedokteran. Manusia memiliki dimensi lain yang tidak kalah penting yaitu spiritualitas,”kata Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Dr Musa Asy’arie. Upaya pengembangan dan penelitian selama dua tahun terakhir memfokuskan pada riset mengenai otak,spiritualitas dan kesehatan.Hasil validasi yang dilakukan pada akhirnya telah berhasil menciptakan alat pemeriksaan kesehatan spiritual yang diberi nama Indonesia Spiritual Health Assessment (ISHA).

Dengan instrumen tersebut, Musa menilai,upaya pembentukan Fakultas Kedokteran di UIN Sunan Kalijaga ditargetkan mampu mencetak seorang dokter yang mampu melihat manusia secara multidimensional. Pengkajian dimensi spiritual yang dilakukan oleh C-NET dua tahun membawa pengertian bahwa kesehatan spiritual tidak jauh berbeda dengan kesehatan fisik.Kesehatan spiritual memiliki kaitan dengan fungsi Cortex Prefrontal (CPF) otak manusia.” CPF adalah bagian dari otak yang unik dan khas dari manusia yang mengatur makna hidup dan respons manusia terhadap nilai-nilai moral,” tutur Ketua C-NET Taufiq Pasiak.

Kesehatan spiritual meliputi empat dimensi yakni makna hidup,pengalaman spiritual, emosi positif dan ritual. Dan integrasi yang dibutuhkan untuk kurikulum pendidikan kedokteran adalah upaya menggabungkan antara pemahaman manusia menurut kitab suci agama dengan hasil penelitian di bidang neurosains. ”Penggabungan tersebut tentunya akan sangat bermanfaat bagi perkembangan praktek dunia kedokteran,” pungkasnya.

Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...